Lubuk Basung — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan modern saat ini, orang tua seringkali dihadapkan pada kecemasan dan kebingungan dalam membersamai buah hati. Menjawab kegelisahan tersebut, Yayasan Raudhah El Jannah sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026 yang mengangkat tema menarik dan dekat dengan keseharian keluarga, yaitu “Anak Zaman Sekarang, Orangtua Harus Bagaimana?”.
Acara yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yakni Satria Asmal, SP, CHt, CI, CMT NLP, yang merupakan Direktur Specta Indonesia sekaligus Master Trainer Spiritual Hypnosis & NLP.
Dalam pemaparannya, narasumber langsung membuka wawasan peserta dengan menyoroti realitas bahwa mendidik anak-anak zaman sekarang tidak bisa disamakan begitu saja dengan pola masa lalu. Anak-anak tumbuh di era digital dengan pengaruh lingkungan yang sangat kompleks. Mengambil kearifan lokal falsafah Minangkabau, beliau mengingatkan kembali bahwa esensi dasar mendidik anak sejatinya berporos pada konsep suruah jo tagah (perintah dalam kebaikan dan larangan dari keburukan). Lebih mendalam lagi, beliau menekankan bahwa proses mendidik anak pada hakikatnya adalah cerminan dari diri orang tua sendiri—bahwa mendidik anak pada dasarnya adalah tentang bagaimana kita terus merefleksi dan memperbaiki diri kita.
Lebih lanjut, narasumber mengajak para orang tua dan guru yang hadir untuk mengevaluasi kembali kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kali tanpa sadar keliru dilakukan dalam keseharian. Seringkali orang tua terlalu banyak menuntut dan menyuruh anak, namun minim memberikan teladan nyata. Reaksi spontan saat anak berbuat salah pun kerap diwarnai kemarahan ketimbang keinginan untuk memahami akar masalahnya. Tanpa sadar, pemberian label negatif atau kebiasaan membanding-bandingkan anak dengan orang lain justru membuat jarak emosional antara orang tua dan anak semakin lebar, sementara apresiasi atas usaha sekecil apa pun dari anak kerap terlupakan.
Untuk menjembatani hal tersebut, peserta diajak memahami pentingnya pendekatan komunikasi berbasis hati dan bawah sadar agar anak merasa benar-benar didengar dan dihargai. Suasana seminar semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Salah satu peserta mengangkat persoalan dilematis yang kerap dirasakan para orang tua modern: bagaimana menyiasati keterbatasan waktu membersamai anak di tengah kesibukan harian yang padat?
Menanggapi hal tersebut, narasumber memberikan pencerahan bahwa peran utama orang tua tidak akan pernah tergantikan. Kuncinya bukanlah pada seberapa banyak kuantitas waktu yang dihabiskan, melainkan kualitas kebersamaan (quality time) itu sendiri. Orang tua diimbau untuk bisa hadir secara utuh—baik secara fisik maupun emosional—serta tidak pelit memberikan apresiasi dan pelukan hangat bagi anak-anak mereka.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, pihak Yayasan Raudhah El Jannah berharap sinergi antara rumah dan sekolah semakin kuat, sehingga para orang tua memiliki bekal mental dan strategi yang tepat dalam membimbing generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, bahagia, dan berakhlak mulia.


Tinggalkan Balasan